.:: Menu ::.

.:: Shout Yours ::.

Nama :
Web URL :
Pesan :
:) :( :D :p :(( :)) :x

.:: Recent Entry ::.



.:: Calendar ::.

<< March 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31


.:: Contact Me ::.



Yahoo! Messenger

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:

.:: Company ::.





.:: Community ::.


.:: Banner ::.

Juara 1 Cerita Anak Fantasi 2006


.:: Jejala ::.




.:: Feeds-Stats ::.

RSS
Atom
rss feed



Free Counter
Hits


.:: Credits ::.

Tuesday, March 28, 2006
[Book Review] Across The Nightingale Floor

    
    


Judul Buku       : Across The Nightingale Floor, Kisah Klan Otori I
Penulis             : Lian Hearn
Penerbit           : Matahati
Cetakan           : 2005
Tebal                : 382 halaman

 
Sebuah pembantaian massal dilakukan oleh Iida Sadamu, pemimpin klan Tohan terhadap semua penduduk Mino, sebuah desa terpencil hanya karena penduduk Mino adalah orang Hidden. Hidden adalah sebuah kelompok masyarakat yang menganut paham keagamaan yang mempercayai adanya Tuhan tak kasat mata, menentang pembunuhan dan bunuh diri. Hal ini sangat berbeda dengan kepercayaan orang-orang dan para ksatria pada jaman itu, dimana bunuh diri (harakiri) adalah sebuah kehormatan. Semua penduduk Mino tewas kecuali seorang anak remaja yang berhasil lolos karena tanpa sengaja ia dapat membelah tubuhnya menjadi dua. Nama anak remaja itu adalah Tomasu. Dalam sebuah pengejaran, Tomasu tiba-tiba diselamatkan oleh Lord Shigeru, pemimpin Klan Otori, musuh besar Klan Tohan, sampai akhirnya Tomasu diangkat anak oleh Lord Shigeru karena kemiripannya dengan adik Shigeru, Otori Takeshi yang telah dibunuh oleh Klan Tohan. Tomasu berganti nama menjadi Takeo.

Takeo ternyata adalah keturunan dari suku Tribe, suku pembunuh yang memiliki kemampuan bela diri dan supranatural luar biasa, dan Takeo mewarisi kemampuan itu dalam tubuhnya. Pada suatu malam, kemampuan itu terbukti ketika Shigeru diselamatkan oleh Takeo yang dengan indera pendengarannya yang sangat tajam memperingatkan Shigeru akan adanya seorang pembunuh bayaran yang tengah mengintainya. Pembunuh bayaran tersebut ternyata berasal dari suku Tribe. Menyadari kemampuan luar biasa Takeo, Shigeru membawanya ke Hagi untuk dilatih dan dipersiapkan menjadi pewaris Klan Otori serta sebuah rencana lain yang telah Shigeru persiapkan untuknya. Pengangkatan anak dan pewarisan Klan Otori kepada Takeo ditentang oleh petinggi klan Otori, termasuk yang paling keras menentang adalah Otori Shoici dan Otori Masahiro, Paman Shigeru.

Shigeru meminta Takeo untuk membunuh Iida diam-diam di kastilnya di Inuyama, karena hanya Takeo lah yang bisa melintasi Nightingale Floor yang dipasang di sekitar kediaman Iida dengan kemampuan Tribe yang dimilikinya. Nightingale Floor adalah lantai yang bisa berbunyi dan bernyanyi bila seseorang berjalan di atasnya. Dan Takeo telah membuktikannya kemampuannya saat ia mampu melintasi Nightingale Floor tanpa membuatnya bersuara di kediaman Shigeru.

Di satu sisi, Iida Sadamu juga telah mempersiapkan rencananya sendiri untuk melenyapkan Shigeru dan Klan Otori dari Peta Tiga Negara. Dengan bekerjasama dengan kedua paman Shigeru yang licik, Iida menjodohkan Shigeru dengan Shirakawa Kaede, putri sulung dari Lord Shirakawa, pemimpin Klan Shirakawa yang menjadikan tawanannya di kastil Noguchi. Kisah menjadi semakin pelik ketika pada suatu pertemuan, Takeo dan Kaede saling jatuh cinta.         

Mampukah Takeo memenuhi amanat yang telah diberikan Shigeru yang telah menyelamatkan hidupnya, sementara di satu sisi, Tribe yang menyadari keberadaan Takeo hendak mengambil Takeo untuk dijadikan pembunuh bayaran sejati dan mengabdi sepenuhnya kepada Tribe sesuai tradisi. Terlebih lagi, cintanya kepada Kaede menjadikannya semakinnya sulit untuk memutuskan apakah ia akan mengikuti Shigeru dan menjadi pewaris Otori, ataukah ia akan memenuhi panggilan hidupnya sebagai seorang Tribe, menghilang dari keramaian dan hidup dalam bayang-bayang. Ataukah Takeo lebih mempercayai kepercayaan Hidden yang menentang pembunuhan dan peperangan.

Tampaknya, kecenderungan dunia yang tengah bergerak ke arah timur (asia) memang benar adanya. Across The Nightingale Floor adalah salah satu buku fantasi yang berlatar sejarah dan budaya jepang yang ditulis oleh orang bukan Jepang. Buku ini ditulis oleh Lian Hearn, nama pena dari Gillian Rubenstein, penulis Inggris yang kemudian pindah ke Australia pada th. 70-an. Sebelum menulis buku ini, dia telah menulis sebanyak 35 buku cerita anak yang sukses di pasaran. Across The Nightingale Floor adalah debut pertamanya dalam menulis novel. Meskipun buku ini sepenuhnya fantasi, namun membaca halaman demi halamannya akan terasa sekali nuansa Jepang pada jaman feodal. Hearn berhasil membangun setting di mana masing-masing karakter hidup begitu nyata dan detil. Tak heran, jika Across The Nightingale Floor memperoleh beberapa penghargaan internasional. Dan kabarnya, Universal Studio telah membayar $2 juta untuk membeli hak pembuatan filmnya.

Across The Nightingale Floor adalah buku pertama dari Trilogi Kisah Klan Otori. Buku keduanya adalah Grass For His Pillow dan buku ketiganya adalah Brilliance Of The Moon. Semua buku telah ada dalam edisi terjemahan bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh penerbit Matahati.

Terlepas dari alur dan setingnya yang memang menarik, buku ini adalah kisah tentang seorang remaja yang menginjak masa dewasa awal dan langsung di hadapkan pada beberapa persoalan besar menyangkut masa depan, baik itu masa depan diri sendiri, masa depan cinta dan masa depan negara. Di sinilah seorang remaja harus mulai berpikir untuk mengambil keputusan yang terbaik untuk dirinya tanpa harus merugikan dan merepotkan orang lain. Takeo dan Kaede adalah seorang remaja yang tiba-tiba dibenturkan kepada permasalahan cinta, klan dan negara, lengkap dengan segala intrik-intriknya.

Akhirnya, apakah garis keturunan Tribe, Klan Otori ataukah cintanya kepada Kaede yang akan memenangkan pertempuran dalam diri Takeo, jawabannya hanya akan ditemukan saat anda selesai membaca halaman-halaman akhir buku Across The Nightingale Floor. Selamat Membaca.

Adi Toha, penulis amatiran


dikirim pada 10:05 am



Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Google Modules
Previous Entry Home Next Entry
|| HOME || DAILY || SHORT STORY || POET-POETRY || BOOK REVIEW || FILM REVIEW || UNCATEGORIZED || JUST PROFILE || GALLERY ||


modified template by jalaindra since Agustus 2006
from the original template by blogdrive design